skripsi jadi

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU PAI DALAM PROSES PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMPN 2 SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PROPOSAL SKRIPSI



Oleh :
M. IN’AMUL AUFA
N I M: 3211093081
                                                                                 

SEKOLAH TINGGI  AGAMA ISLAM NEGERI
STAIN  TULUNGAGUNG
                                                    2012
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU PAI DALAM PROSES PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMPN 2 SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

A.     Latar Belakang Masalah

Guru merupakan penanggung jawab kegiatan belajar mengajar di kelas. Guru merupakan sentral dan sumber kegiatan belajar. oleh karena itu guru harus penuh inisiatif dan kreatif dalam mengelola kelasnya, karena hanya guru yang mengetahui secara pasti situasi dan kondisi kelas. Oleh karena itu guru harus selalu meningkatkan kualitas profesinya sebagai guru demi keberhasilan proses belajar mengajar.
Bagi seseorang yang memilih profesi guru tentu keberhasilan dalam proses belajarnya merupakan tujuan utama, sebagaimana dijelaskan oleh team penyusun buku-buku pelajaran pendidikan guru Jawa Timur sebagai berikut :
Bagi seseorang yang memilih jabatan guru sebagai panggilan hidupnya, pasti berkeinginan agar tugasnya dalam mengajar disamping mendidik mendapatkan hasil yang memuaskan. Yang dimaksud disini adalah bagaimana menyampaikan bahan pelajaran kepada murid-murid agar murid-murid memahami apa yang diajarkan oleh gurunya.
Sebenarnya tidak hanya sekedar paham akan apa yang dipelajari namun yang lebih penting lagi ialah agar pelajarannya menjadi fungsional.[1]

Untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar itu banyak yang harus diperhatikan, diantaranya adalah aspek siswa, aspek kurikulum, aspek metode, aspek kemampuan profesi guru (aspek guru), aspek penguasaan guru terhadap materi/bidang studi yang diajarkan dan sebagainya.
Muhammad Ali menjelaskan sebagai berikut :
Guru adalah faktor yang dominan di dalam kegiatan belajar mengajar. Guru adalah sebagai perencana sekaligus sebagai pelaksana pengajaran serta pemberi balikan motivasi siswa dalam melaksanakan tugas belajar.[2]
Dari sekian aspek yang penulis sebutkan di atas aspek guru yang sangat penting untuk diperhatikan, karena aspek guru itu menyangkut beberapa hal tentang kondisi guru antara lain yaitu kondisi kemampuan guru dalam menyiapkan materi dan yang terpenting adalah kemampuan guru dalam menguasai bidang studi yang diajarkannya.
Dalam suatu sekolah sudah ada beberapa guru yang menguasai vak-vak tertentu namun juga banyak beberapa bidang studi diajarkan oleh guru yang bukan vaknya, karena tidak adanya guru vak. Padahal penguasaan guru terhadap materi pelajaran / bidang studi itu sangat penting untuk mencapai keberhasilan proses belajar mengajar.
Dari latar belakang sebagaimana penulis sebutkan di atas, penulis bermaksud meneliti terhadap tingkat penguasaan guru terhadap materi pelajaran atau bidang studi yang diajarkan dan hasil belajar siswa dengan mengangkatnya dalam sebuah judul skripsi yaitu “ Peningkatan Kemampuan Guru Pai Dalam Proses Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Smpn 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Pelajaran 2012/2013”

B.     Penegasan Istilah

Untuk memperjelas istilah dan untuk menghindarkan kesalah pahaman dalam menafsirkan suatu istilah dalam judul penelitian ini, maka perlu dijelaskan istilah-istilah yang penting yaitu :

1.      Peningkatan Kemampuan Guru

Ada beberapa kata yang perlu dijelaskan dari kalimat tersebut di atas,  yaitu : Peningkatan berarti proses, cara, perbuatan meningkatkan (usaha, kegiatan, dsb).[3] Sedangkan kemampuan guru berarti pemahaman atau kesanggupan untuk menggunakan (pengetahuan, kepandaian dan sebagainya).[4]
Adapun secara operasional yang dimaksud kemampuan guru adalah skor yang diperoleh melalui angket terhadap siswa tentang kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran dan kemampuan dalam mengajar.

2.      Hasil Belajar Siswa

Yang paling penting untuk dimengerti dari istilah di atas adalah pengertian tentang belajar. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, belajar berarti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu/berubah tingkat atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.[5]
Dengan demikian pengertian “Hasil belajar siswa” yaitu hasil yang diperoleh siswa dalam usaha memperoleh kepandaian atau ilmu, serta adanya perubahan dalam  tingkah lakunya.
Adapun secara operasional yang dimaksud hasil belajar adalah skor yang diperoleh melalui dokumentasi tentang hasil belajar siswa pada semester genap tahun 2012/2013

C.     Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah

1.      Identifikasi Masalah
Permasalahan penelitian yang berkaitan dengan topik sebagaimana tersebut di atas dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
a.       Kemampuan guru dan aspek-aspeknya.
b.      Hasil belajar siswa.
c.       Aspek-aspek pendukung hasil belajar siswa.
d.      Peningkatan kemampuan guru terhadap hasil belajar siswa di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Pelajaran 2012/2013


2.      Pembatasan Masalah
Dari butir-butir sub masalah tersebut di atas perlu diadakan pembatasan masalah (delimitasi) atau dipilih mana masalah utama yang merupakan lingkup dalam penelitian ini.
Dari sekian butir permasalahan yang ada dalam Identifikasi masalah, penulis batasi pada hal-hal sbb :
e.       Kemampuan guru di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Pelajaran 2012/2013
f.        Hasil belajar siswa di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Pelajaran 2012/2013
g.       Peningkatan kemampuan guru terhadap hasil belajar siswa di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Pelajaran 2012/2013

3.      Perumusan Masalah
Dalam perumusan masalah ini sesuai dengan butir dalam pembatasan masalah, dikemukakan secara eksplisit dalam bentuk pertanyaan, yaitu :
a.       Bagaimanakah kemampuan guru di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Pelajaran 2012/2013?
b.      Bagaimanakah hasil belajar siswa di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Pelajaran 2012/2013?
c.       Adakah peningkatan kemampuan guru terhadap hasil belajar siswa di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Pelajaran 2012/2013?

D.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1.      Tujuan Penelitian
a.       Untuk mengetahui tentang kemampuan guru di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Pelajaran 2012/2013
b.      Untuk mengetahui hasil belajar siswa di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Pelajaran 2012/2013
c.       Untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru terhadap hasil belajar siswa di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Pelajaran 2012/2013.

2.      Kegunaan Penelitian
a.       Kegunaan Secara Teoritis
Hasil penelitian ini merupakan sumbangan bagi khasanah ilmiah bidang pendidikan terutama yang menyangkut tentang pengaruh tingkat penguasaan guru dalam bidang studi terhadap hasil belajar siswa.
b.      Kegunaan Secara Praktis
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan strategi pengembangan peningkatan hasil belajar siswa dan peningkatan kualitas guru bidang studi.


E.     Pola Penelitian

Pola penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.      Pola Deskriptif adalah suatu bentuk pendekatan yang dilakukan dengan mengadakan penyanderaan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan sifat-sifat populasi daerah tertentu.[6]
2.      Pola Korelatif tak simetris adalah adanya hubungan / kaitan antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Hubungan tersebut bisa berupa pengaruh, sumbangan atau kontribusi atau hubungan sebab akibat. [7]
Pola ini digunakan untuk mencari pengaruh kemampuan guru dalam proses pembelajaran terhadap hasil belajar siswa di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun 2012/2013

F.      Populasi, Sampling dan Sampel Penelitian

1.      Populasi Penelitian
Yang dimaksud populasi penelitian sebagaimana dikemukakan oleh   Suharsimi Arikunto yaitu :
“Keseluruhan subyek penelitian. apabila seseorang ingin meneliti  semua elemen yang ada dalam wilayah penelitianya, maka penelitianya merupakan penelitian populasi . studi penelitianya juga disebut studi populasi / studi sensus”.[8]

Sedangkan   Muhammad Ali mendefinisikan :
… keseluruhan subyek penelitian baik berupa manusia, benda, peristiwa maupun gejala yang terjadi, karena hal itu marupakan variabel yang diperlukan untuk memecahkan masalah atau menunjang keberhasilan penelitian [9].

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud populasi adalah keseluruhan apa yang menjadi subyek penelitian.
Sedangkan yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan personalia yang ada di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung Tahun Pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari para guru dan siswa. Adapun di sekolah tersebut jumlah gurunya ada 80 orang, sedang siswanya berjumlah 679 anak.
Jumlah tersebut menurut hemat penulis tidaklah sedikit. Mengingat waktu yang terbatas, tenaga dan biaya, penulis perlu menentukan sampel yang dianggap dapat mewakili dari populasi.
2.     Sampling
Dalam penelitian ini kita kenal dengan adanya istilah sampel dan sampling, keduanya mempunyai arti yang berbeda. Istilah sampling disebut oleh S. Nasution adalah memilih suatu jumlah tertentu untuk diselidiki dari keseluruhan populasi [10]. Begitu pula dikatakan oleh Sutrisno Hadi, bahwa sampling adalah tehnik atau cara yang digunakan untuk mengambil sampel. Sebutan untuk suatu sampel biasanya mengikuti tehnik dan atau jenis sampling yang digunakan [11].
Adapun sampling atau prosedur yang ditempuh untuk menentukan sampel dalam penelitian ini adalah “Random Sampling” dalam hal ini ada kesempatan yang sama untuk dipilih bagi setiap individu atau unit populasi[12].
3.      Sampel Penelitian
Yang dimaksud dengan sampel adalah : “sebagian atau wakil populasi yang di teliti”. Sampel sering disebut contoh atau monster, yaitu sebagian sumber data yang mewakili seluruh populasi dan yang menjadi sumber data yang sebenarnya dalam suatu penelitian.
Sejalan dengan pengertian diatas Nana Sujana menjelaskan bahwa :
Sampel adalah proses menarik sebagian subyek, gejala atau obyek yang ada pada populasi, dengan demuikian populasi dilkukan terhadap sampel, tetapi hasilnya dapat menarik populasi [13].
Dalam hal menentukan sampel S. Nasution MA, menjelaskan :
Tidak ada aturan yang jelas tentang jumlah sampel yang dipersyaratkan untuk suatu penelitian dari populasi yang tersedia, juga tidak ada batasan apa yang dimaksud sampel yang besar dan yang kecil. Sampel yang kecil lebih sedikit memakan biaya, lebih mudah diolah akan tetapi mempunyai kesalahan sampling (sampling error) yang lebih besar, juga dikuatkan generalisasinya lebih kecil, apalagi yang besar, apalagi yang lebih besar sekali  lebih sukar dikendalikan. Pembiayaanya akan lebih tinggi dan pengumpulan datanya serta pengolahanya yang diperoleh akan lebih tinggi kekuatanya[14]..

Dalam uraian diatas bahwa sampel diambil secara random sampling, yaitu sesuai dengan maksud dan tujuan penulis. Dari jumlah populasi 679 anak, penulis mengambil 100 anak sebagai sampel dalam penelitian ini.

G.    Variabel Penelitian, Data dan Sumber Data

1.      Variabel
Dalam suatu penelitian seseorang memiliki titik perhatian yang akan diteliti atau sering disebut sebagai obyek penelitian. sebagaimana dikemukakan oleh Sutrisno Hadi, dan telah dikutip oleh Suharsimi Arikunto, sebagai berikut:
… variabel sebagai gejala bervariabel, misalnya jenis kelamin, karena jenis kelamin mempunyai variasi laki-laki dan perempuan, berat badan, karena ada berat badan 40 kg, 50 kg dan sebagainya. Gejala adalah obyek penelitian, sehingga variabel adalah obyek penelitian yang bervariasi [15].

Sedangkan Nana Sujana mengatakan variabel secara sederhana dapat diartikann sebagai ciri dari individu, obyek, gejala, peristiwa yang dapat diukur secara kuantitatif maupun kualitatif[16]. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa variabel penelitian dibedakan menjadi tiga kategori utama.
Dan dalam penelitian ini dibedakan dalam dua kategori utama yaitu variabel bebas atau independent variable, dan variabel terikat atau devendent variable. Adapun dalam penelitian ini juga membedakan variabel menjadi dua macam :
a.      Variabel Bebas (independen variabel), dengan lambang “X”
yaitu kemampuan guru yang meliputi :
-         Kemampuan guru terhadap penguasaan materi pelajaran.
-         Kemampuan guru dalam mengajar.
b.      Variabel Terikat (dependen variabel), dengan lambang “Y”
Yaitu variabel yang timbul akibat veriabel bebas. Oleh sebab itu variabel terikat menjadi tolok ukur atau indikator keberhasilan variabel bebas. Adapun yang menjadi variabel tersebut adalah hasil belajar siswa pada Semester genap tahun 2012/2013, yang direkam melalui metode dokumentasi dengan berpedoman pada nilai rata-ratanya dengan skala sebagai berikut :
-         Nilai rata-rata 5.00 – 6.4 skor 1 kategori Kurang (K).
-         Nilai rata-rata 6.5 – 7.9 skor 2 kategori Sedang (S).
-         Nilai rata-rata 8.0 – 10.0 skor 3 kategori Baik (B).
2.      Pengukuran Variabel
Pengukuran atau meassurement adalah “suatu kegiatan yang ditujukan untuk mengidentifikasi besar kecilnya obyek atau gejala.”[17] Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan penulis dalam menganalisa data terutama yang menggunakan analisa statistik. Adapun pengukuran yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah :
a.       Variabel bebas (kemampuan guru) yang terdiri dari tingkat kemampuan teoritis dan kemampuan praktis yang direkam dengan metode angket melalui siswa, yang hasilnya diukur dengan skala ordinal.
b.      Variabel terikat (hasil belajar siswa) yang direkam melalui dokumentasi terhadap hasil belajar siswa semester genap tahun 2012/2013, yang hasilnya diukur dengan skala ordinal.

3.      Data Dan Sumber Data
Penelitian merupakan aktifitas ilmiah yang sistematis, terarah dan bertujuan. Maka data atau informasi yang dikumpulkan harus relevan dengan persoalan yang dihadapi, artinya data itu bertalian, berkaitan, mengena dan tepat.
Adapun informasi atau data dapat dibedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.
a.       Data Primer
1)      Keadaan lokasi penelitian.
2)      Data mengenai tingkat penguasaan guru dalam bidang studi.
3)      Data mengenai hasil belajar siswa.
b.      Data Sekunder
1.      Data tentang Pendidik di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung
2.      Data tentang peserta didik / siswa di SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung
3.      Data mengenai hasil belajar siswa.
4.      Data mengenai peta lokasi penelitian.
c.       Sumber Data Primer
Yaitu sumber data yang berasal dari tangan pertama dan langsung atau data asli/autentik, atau sumber informasi yang langsung mempunyai wewenang atau tanggung jawab terhadap pengumpulan dan penyimpanan data.
Adapun sumber data primer yang berkaitan dengan studi ini antara lain:          1). Kepala Sekolah.
 2). Para pendidik/guru
 3). Peserta didik/siswa
d.      Sumber Data Sekunder
Yaitu sumber data yang berasal dari tangan kedua, tidak langsung sehingga tidak operasional atau asli. Sumber data macam ini dapat berupa informasi dari pihak lain, berupa salinan, terjemahan, foto copy dan sebagainya.
Adapun sumber data sekunder yang berkaitan dengan studi antara lain ialah : dokumen sekolah.
1)      Buku tentang penguasaan guru dalam bidang studi.
2)      Buku tentang hasil belajar siswa/peserta didik.


H.    Metode Dan Instrumen Pengumpulan Data

Metode dan instrumen pengumpulan data adalah dua hal yang selalu berkaitan. Metode adalah suatu cara untuk memperoleh data, sedangkan instrumen sebagai alat bantu dalam mengumpulkan data yang disesuaikan dengan metode.
Dalam penelitian ini dan penulisan karya ilmiah, metode pengumpulan data lapangan yang efektif dan relevan mutlak diperlukan. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data lapangan sebagai berikut :

1.    Metode Dokumentasi
Dokumentasi adalah merupakan methode pengumpulan data dengan jalan menyelidiki dokumen-dokumen yang telah ada dan merupakan tempat menyimpan sejumlah data maupun informasi.
Suharsimi Arikunto mengatakan :
Dokumentasi asal katanya dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya peneliti harus menyelidiki benda-benda tertulis, seperti buku-buku, majalah, dokumen peraturan, notulen rapat, catatan harian dan lain-lain.[18]

Adapun dalam penelitian ini yang penulis dapatkan dari metode dokumentasi adalah :
-       Para pendidik/guru SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung
-       Keadaan peserta didik/siswa SMPN 2 Sumbergempol Tulungagung
-       Skor anggota sampel.

2.    Metode Angket
Questionare adalah “sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang diukur (responden)”.[19] dengan adanya ini orang dapat diketahui tentang keadaan atau data diri, pengalaman, pengetahuan, sikap atau pendapat yang lain, baik dengan cara mengisi atau dengan memberi tanda cek (V).
Oleh karena itu bagi peneliti yang menggunakan angket sebagai metode pengumpulan data harus berkeyakinan bahwa :
-       Subyek adalah orang yang paling mengerti akan dirinya.
-       Apa yang diutarakan oleh subyek adalah benar.
-       Interpretasi subyek terhadap pertanyaan yang terdapat dalam angket adalah sama dengan apa yang dimaksud oleh peneliti.
Angket dilihat dari bentuknya ada tiga macam, yaitu angket terbuka, angket tertutup, dan angket terbuka tertutup. Angket terbuka adalah angket yang memberikan kepada responden untuk menjawab setiap pertanyaan yang tercantum di dalam angket tanpa dibatasi oleh peneliti. Angket tertutup adalah angket yang jawabannya telah ditentukan peneliti, responden tinggal memilih pertanyaan yang telah tersedia. Sedangkan angket terbuka tertutup adalah suatu angket yang disamping menentukan jawaban yang telah tersedia, responden masih diberi kesempatan untuk menguatarakan jawaban diluar apa yang telah tersedia. Dalam hal ini penulis menggunakan angket tertutup.
Jika dilihat dari melancarkannya angket, dibedakan menjadi dua yaitu angket langsung dan angket tidak langsung. Angket langsung adalah responden yang bersangkutan secara langsung menjawab pertanyaan di dalam angket. Sedangkan angket tak langsung adalah melancarkan angket kepada seseorang untuk diminta pendapatnya tentang subyek yang diteliti. Adapun peniliti dalam hal ini menggunakan angket lengsung
Metode angket ini digunakan untuk mengumpulkan data yang meliputi:
-        Tingkat kemampuan guru terhadap penguasaan materi pelajaran.
-        Tingkat kemampuan guru dalam mengajar materi.

3.    Metode Observasi (pengamatan)
Observasi adalah “suatu tehnik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis”.[20]
Dan selanjutnya Winardi mengatakan :
Observasi merupakan suatu studi yang sistematis dan yang dipertimbangkan dengan baik melalui “mata” kejadian-kejadian spontan pada saat terjadi, yang bertujuan untuk mengerti sifat dan elemen-elemen penting yang berhubungan di dalam kompleks fenomena sosial, kompleks pada pola kultur atau kelakuan manusia.[21]

Dengan adanya uraian diatas, maka peneliti mengamati sejumlah fenomena yang berkaitan dengan problem penelitian ini, diantaranya adalah kemampuan guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah disesuaikan dengan metode yang digunakannya.
a.       Metode dokumentasi dengan instrumen pedoman dokumentasi, yaitu suatu alat bantu pengumpulan data yang didokumentasikan.
b.      Metode angket dengan instrumennya pedoman angket dengan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh responden dengan cara memberi tanda silang (x) pada alternatif jawaban yang dianggap tepat.
c.       Metode observasi dengan instrumen pedoman observasi.

I.       Tehnik Analisa Data

Analisa data sering disebut dengan istilah lain pengolahan data, data praparation, data analisis dan sebagainya.
Dalam penelitian ini antara pengolahan data analisa data merupakan rangkaian suatu proses berfungsi secara tertib dan berlanjut, yaitu setelah data terkumpul diolah dan dianalisa.
Adapun tehnik analisa data dalam penelitian ini menggunakan tehnik analisa data kualitatif  dan kuantitatif.
1.      Tehnik Analisa Data Kwalitatif, terdiri dari :
a.       Tehnik Analisa Induktif
Yaitu proses pemikiran untuk mengambil pengertian atau kesimpulan yang bersifat umum berdasarkan atas data-data atau fakta-fakta yang konkrit dan bersifat khusus. Contohnya dalam pembahasan atau landasan teori yang menyangkut variabel penelitian dan berbagai faktornya. Analisa ini kemudian diakhiri dengan mengemukakan kaitan-kaiatan antara variabel tersebut yang berupa asumsi-asumsi maupun hipotesa-hipotesa penelitian.
Sutrisno Hadi menjelaskan sebagai berikut :
Berfikir induktif adalah berangkat dari fakta yang khusus, peristiwa-peristiwa yang kongkrit kemudian dari fakta atau peristiwa-peristiwa peristiwa yang kongkrit itu ditaraik generalisasi-generalisasi yang mempunyai sifat umum [22].
b.      Tehnik Analisa Deduktif
Yaitu pemikiran untuk mengambil pengertian-pengertian atau kesimpulan yang bersifat khusus bertolak dari rumus yang bersifat umum. Contohnya dalam proses pemikiran atau analisa yang bertolak dari hipotesa yang dikembangkan dalam pengumpulan data maupun fakta yang konkrit yang diperoleh dari tempat penelitian (lapangan).  Dan dari hal tersebut dapat diambil pengertian atau kesimpulan khusus dan relevan atau mendukung terhadap kebenaran hipotesa penelitian.
Tehnik tesebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sutrisno Hadi sebagai berikut :
Prinsip deduktif adalah apa saja yang dipandang benar pada semua peristiwa dalam suatu kelas atau jenis, berlaku juga sebagai hal pada suatu peristiwa yang termasuk dalam kelas atau jenis [23].
c.       Tehnik Analisa Kompratif
Suatu metode pembahasan dengan jalan membandingkan suatu pendapat dengan pendapat yang lain yang dipandang sebanding untuk dicari persamaan atau perbedaannya, kemudian diambil suatu kesimpulan, sebagaiman yang dikemukakan oleh Winarno Surahmad sebagai berikut :
Metode komperatif adalah memilih faktor-faktor tertentu yang berhubungan dengan situasi dan fenomena-fenomena yang diselidiki dan membandingkan faktor yang satu dengan faktor yang lainnya [24]. .
2.      Tehnik analisa kualitatif
Analisa kwalitatif dilakukan dengan menggunakan statistik, sehingga analisa ini disebut statistik analisa atau statistik inferensial. Adapun analisa statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah : tehnik analisa “Koefisien Kontingensi” dengan rumus :

Keterangan :
KK = Koefisien Kontingensi
X2  = Harga Chi Kuadrat
 N  = Besarnya/jumlah sampel
Sebelum melangkah ke rumus tersebut, terlebih dahulu melalui rumus Chi Kwadrat, yaitu :
 [26]
Untuk mengambil kesimpulan KK, maka harga KK harus diubah menjadi harga Phi (Ø) dengan rumus :
 [27]
Dan selanjutnya harga Phi (Ø) dikonsultasikan ke tabel “Product Moment”
         Dalam menentukan klasifikasi tingkat penguasaan guru dalam bidang studi dan hasil belajar siswa, penulis menggunakan standart sebagai berikut :
a.      Untuk menentukan klasifikasi tingkat penguasaan guru dalam bidang studi maupun hasil belajar siswa adalah sebagai berikut :
1.                              Baik     : Apabila jawaban pada angket memilih jawaban bagian “a” pada alternatif yang tersedia.
2.                              Sedang : Apabila jawaban pada angket memilih jawaban bagian “b” pada alternatif yang tersedia.
3.                              Kurang : Apabila jawaban pada angket memilih jawaban bagian “c” pada alternatif yang tersedia.
b.     Untuk menentukan klasifikasi nilai, dikelompokkan ke dalam tiga komponen, yaitu :
1.      Baik     : 3 (tiga) dengan nilai 8,0 - 10
2.      Sedang : 2 (dua) dengan nilai 6,5 – 7,9
3.       Kurang :1 (satu) dengan nilai 5,0 – 6,4.


RENCANA ISI LAPORAN


HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN MOTTO                                                                                       
HALAMAN PERSEMBAHAN                                                                        
KATA PENGANTAR                                                                                       
ABSTRAK                                                                                                        
DAFTAR ISI                                                                                                     
DAFTAR TABEL                                                                                              
BAB I PENDAHULUAN                                                                                  
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Penegasan Istilah                                                                                    
C.    Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah                                    
D.    Tujuan dan Kegunaan Penelitian                                                              
E.     Sistematika Pembahasan                                                                         
BAB II LANDASAN TEORI            
A.   Tinjauan Tentang Pemanfaatan Perpustakaan                                          
B.    Pembatasan Tentang Prestasi Belajar                                                      
C.   Hipotesa Penelitian
                                                                                                             
BAB III METODOLOGI PENELITIAN                                                           
A.     Pola Penelitian                                                                                      
B.     Populasi, Sampel dan Sampling                                                             
C.     Sumber Data                                                                                        
D.     Variabel Penelitian                                                                                
E.      Tehnik Pengumpulan Data                                                                     
F.      Tehnik Analisa Data                                                                              

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN                                                      
A.   Deskripsi Obyek Penelitian                                                                     
B.    Penyajian Dan Pengolahan  Data                                                             
                                                                                                                                   
BAB V PENUTUP                                                                                            
A.     Kesimpulan                                                                                                     
B.    Saran-saran                                                                                                     

DAFTAR KEPUSTAKAAN
LAMPIRAN-LAMPIRAN



[1] Team Penyusun Buku-Buku Pelajaran Pendidikan Guru Jawa Timur, Didaktik Metodik Untuk SPG, KKG, RBA, (Surabaya : Buku Dicetak Untuk Lingkungan Terbatas, 1984), Hal. 1.
[2] Muhammad Ali, Guru Dalam Proses Belajar Mengajar (Bandung : Sinar Baru, 1987),  hal 4.
[3] Depertemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta, Balai Pustaka, 1989)., 951.
[4] Ibid., 464.
[5] Ibid., 13.
[6] Sumadi Surya Brata,  Metodologi  Penelitian, (Jakarta : CV. Rajawali, 1985). Hal. 19
[7] Nana Sujana, Tuntutan Penyusunan Krya Ilmiah, (Bandung : Sinar Dunia, 1988). Hal. 25.
[8] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, (Jakarta : Bina Aksara, 1987), 115.
[9] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan, (Jakarta : Bina Aksara, 1987),  hal. 102.
[10] S. Nasution, Metode Research, (Bandung : Jemmars, 1987), hal. 115.
[11] Sutrisno Hadi, , Metode Research I , (Yogyakarta : Andi Offset, 1989), hal.75.
[12] Marzuki, , Metode Research, (Yogyakarta : FE VII, 1987) ,hal 82.
[13] Nana Sudjana, Op. Cit., hal. 71
[14] S. Nasution  , Op. Cit., hal. 131.

[15] Suharsimi Arikunto, Op. Cit., hal. 23
[16] Suharsimi Arikunto,Op. Cit., hal. 89.
[17] Marzuki, Op. Cit., 25.
[18] Suharsimi Arikunto, Op. Cit., hal. 131.
[19] Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta : Bina Aksara, 1986), hal. 21.
[20] Ibid., hal. 24.
[21] Winardi, Pengantar Metodologi Research, (Bandung : Alumni, 1982), hal.96.
[22] Sutrisno Hadi, Op. Cit., ahal. 42.
[23] Ibid, hal. 39.
[24] Winarto Surahmad, Op. Cit., hal 116.
[25] Winarno Surachmad, Dasar Dan Tehnik Research, 176.
[26] Suharsimi Arikunto, Op. Cit., 246.
[27] Ibid., 243.
Loading...

Total Tayangan Laman

Mengenai Saya

Foto Saya
TULUNG AGUNG, jatim, Indonesia
buku tamu